Monday, November 2, 2009

Intervew With RINGO "Jalur Bebas "



Ini dalah iw dengan zine maker fav gw. udah pernah gw muat di BS #4 kemarin, tapi kalo belum sempet baca silahkan dibaca sekarang:)

  1. Holla Ringo.. Apa kabar? Makin gemuk aja nih [ agak sok tau:P ], perkenalkan diri dulu dong.. Nama ( boleh nama asli maupun nama beken), alamat, kesibukan sekarang, umur, status, hobi, no hp juga boleh. Hehehe:)

Jawab : makin gemuk ndasmu, hehe jakarta buat orang nggak jelas kaya gue ternyata kota yang bagus sekali buat ngurusin badan. 3 bulan 10 kilo hehe ga usah beli alat di DRTV ato ikut program diet, cukup tinggal di tepian kali Sunter yang mirip banget deh pemandangannya ama kota Juhu, Mumbay dalam film ‘Slumdog Millionaire’, yang selama gue tinggal disitu ada 1 kasus suami yang dibakar istrinya, 1 kasus istri yang dijedotin ke tembok ampe mati ama suaminya, 2 kasus pemuda nyemplung ke kali ga mau ditolong dan memilih mati, 1 kasus remaja sengaja dilindes kereta ampe gepeng, 2 peristiwa tabung gas meledak, 3 peristiwa kebanjiran, dan 3 kasus penggerebekan narkoba, sementara kasus pencurian barang remeh-temeh dan perkelahian hampir setiap hari terjadi. Sebuah realitas didepan mata yang membuat aktivitas gue nonton gigs punk di ruangan ber-AC berkumpul dengan anak2 yang harga sepatunya setengah juta, menjadi hal yang sangat mewah untuk dilakukan.....

Tapi, sekarang gue udah pindah ke daerah Selatan Jakarta, agak sejuk dan tidak se-brutal Sunter, kalo disini masih banyak pohon, banyak studio alam, banyak artis pada syuting, jadi mata lumayan seger liat Pevita Pearce terus ( glek! ), deket Ragunan, kalo suntuk gue tinggal nyelonong masuk aja kesitu, lumayan banyak yang ngelemparin kacang (?), namun tetep aja, Jakarta tuh cuman nyaman buat mereka yang punya duit aja.


Selain itu, rasanya nggak ada yang perlu diceritain lagi tentang diri gue hehe apalagi soal umur, status hobi, nomer HP hahaha jadi kaya lagi disuruh ngisi profil FS/MS/FB..males banget. Mending yang pengen kenal gue, ajak gue nonton film apa jalan-jalan aja hehehe..pokoknya, gue adalah Ringo yang bikin JalurBebas Zine.


  1. Ceritain dong gimana awal mula lo bikin zine? N apa yang bikin lo tertarik untuk bikin sebuah zine?

Jawab : semuanya berawal dari seorang teman bernama Andi, yang minta tolong gue untuk nge-layout-in zinenya.. zine itu direncanakan bernama ‘Jalur Bebas’ dan ini adalah edisinya yang pertama. Pada saat itu gue nggak ngerti sama sekali tentang zine ( blah bloh ) Maka, kemudian dia memberikan gue setumpuk zine buat referensi. Dan ketika melihat sosok zine lalu sedikit2 membacanya, gue langsung jatuh cinta!

Tanpa disuruh, gue begitu semangat mengerjakan ‘Jalur Bebas’ punya Andi, walaupun gue waktu itu kurang begitu ngerti dan nggak involve pada apa yang gue tulis. Tapi yang jelas, banyak sekali isi zine yang ternyata relate dengan pemikiran gue. Ini yang bikin gue jatuh cinta.

Pembuatan JB edisi2 awal sungguh die hard sekali kalo gue inget-inget. Bayangin, gue mendapat materi artikel dan melakukan interview bukan melalui email, tapi lewat pos! Jadi kiriman materi dan interviewnya juga dibales pake pos alias pake tulisan tangan alias gue harus ngetik ulang buat di layout ke Zine. Interview edisi pertama sama ‘seeksixsick’ kalo ga salah, di bales pake tulisan tangan diatas sebuah kertas hvs yang sungguh noisey, namun gue semangat banget mengetik ulangnya. haha


Edisi2 selanjutnya, Andi sang penggagas ‘Jalur Bebas’ rupanya takjub ngeliat betapa bersemangatnya gue. Maka kemudian dia menyerahkan JB untuk gue kerjakan sepenuhnya, sementara dia sendiri hanya berkontribusi support saja hehehe


Dan begitulah, gue ngerjain zine ini sampe sekarang.


  1. Ketika baca tulisan2 lo di JB maupun di zine lain, gue ngerasa enjoy banget untuk ngebacanya, ga pernah sampai ‘mengerutkan’ dahi layaknya gue baca zine politik, bahkan temen gue SMA juga demen sama zine lo,n bilang gini,” Eh Jenk, si Ringo tuh orangnya lutcu yah?” :D. Dari mana sih datengnya inspirasi2 saat lo nulis kolom2 tsb?

Jawab : sebenernya gue juga nggak pernah merencanakan zine gue akan tampil lucu atau apalah seperti yang kamu bilang di atas,

semenjak gue tahu bahwa zine juga bisa digunakan sebagai media belajar ( selain juga media propaganda dll ) yang tidak terkontrol oleh siapapun dan membuat gue bener2 mempunyai kendali, maka gue menulis apa aja yang ada di benak gue. Mengalir saja..liar, menerabas batas2 yang nggak mungkin dan susah kalo gue ungkapin secara langsung, toh dalam zine tidak ada yang menuntut kamu harus menulis apa, dan ketika ada yang mengkritik tulisan kamu, anggap saja itu sebagai bonus wawasan yang akan membuat kamu semakin pandai dan bijaksana.

Bikin zine juga membuat gue seneng bercerita dan berbagi pendapat, nggak peduli cerita atau opini gue terdengar bodoh...tulis aja. dan ternyata hasilnya bikin pembaca zine gue enjoy dan gue dicap sebagai orang yang ‘lucu’..ya udah gpp, that’s me hehehe

dan soal inspirasi, yah itulah,,,bisa dari mana saja sebenernya.


Contoh: kamu pengen nulis sesuatu, tapi otak kamu buntu karena nggak tahu apa yang mau kamu tulis, saran gue, pergilah keluar rumah, dan lihatlah benda pertama yang membetot perhatianmu..tukang Jamu misalnya. Maka, kamu bisa mulai menulis tentang jamu, sejarah jamu, suka duka penjual jamu dan akan mulai keren ketika kamu mulai membandingkan jamu dan obat2 an berbahan kimia dll, semua benda remeh temeh disekitar kita dan apapun yang sedang kamu rasakan sebenarnya mempunyai potensi untuk diceritakan, tinggal bagaimana kita mengumbar imajinasi dan kreatifitas saja...masih ga percaya? Coba deh kamu tengok saat ini, sesudah kamu membaca tulisan gue ini, benda yang pertama kali tertangkap oleh matamu...


.....ternyata itu sebuah sendok!


Well, apa yang bisa diceritakan dari sebuah sendok?? Ummm.. Baiklah tidak ada yang menarik dari sebuah sendok...tapi buat gue sendok mengingatkan akan sebuah peristiwa di Pemalang pada saat nye-trit, ketika kami bersepuluh hendak memakan nasi bungkus dari uang hasil ngamen, dan salah seorang kawan yang sebenarnya adalah anak mama, ( Iwan namanya, julukannya Kancil..-karena dia sering curang saat main kelereng-..belakangan dia dipergoki menyimpan banyak roti di tas nya untuk di makan sendirian ) Nah, Iwan Kancil rupanya tidak terbiasa makan tanpa sendok...lalu dia mulai merengek mengesalkan “ ambilin gue sendok dong..” mendengar itu, salah seorang kawan kami, Opang , menyela dengan kesal dan sinis “ hey, ini jalanan men! Kita lagi nye-trit!! Kamu mau makan pake sendok???..pulang aja sana! Mumpung belum terlalu jauh..!!”

Tak disangka, Iwan Kancil tersinggung dan melemparkan nasi bungkus nya ke wajah Opang...


Hay hay..satu buah paragraf cerita sudah mulai terbangun hanya dari sebuah inspirasi..sebuah sendok!! Selanjutnya...gunakan saja kreatifitasmu merangkai kalimat dan berimajinasi, ketika selesai, kamu baru sadar bahwa tulisan kamu sudah sangat panjang dan bercabang..setiap hal yang kamu tulis akan membawamu kamu ke inspirasi lainnya..begitu seterusnya, and then you can’t stop it! hehehe


Bener deh, inspirasi bisa datang dari mana aja..bahkan jika kamu sedang tidak punya inspirasi menulis juga bisa jadi cerita hehe..itu yang gue lakukan ketika membuat tulisan2 di JB.

Buat gue inspirasi gak masalah, yang menjadi musuh besar justru makhluk yang namanya, MOOD hahaha


  1. Apa sih definisi zine menurut lo? Kalo HC/Punk sendiri, apa itu?

Jawab : Zine buat gue adalah gunung tinggi, lembah tersembunyi, padang rumput liar, ombak lautan, gua misterius, belantara, jeram..sesuatu yang mengasyikkan, merangsang, menantang, tempat gue belajar dan berbagi, yang akan memberi kamu banyak hal jika kamu melaluinya ( membuat zine ).

Hc/punk = maksudnya scene hc/punk? Gue anggep aja begitu hehe jika ada klub liar yang menggemari film2 underground dimana mereka mempunyai movement khas, semangat kebebasan, memisahkan diri dari mainstream dan society serta melawan sebuah sistem, utamanya Kapitalisme.

Maka, Hc/punk sama saja dengan klub film underground diatas, sebuah counter-culture..hanya bedanya scene ini menggemari musik cadas. Terutama yang ber genre hardcore dan punk ( walau genrenya kemudian diketahui berkembang ) dengan lirik-lirik yang tentunya kritis dan politis.


Namun, tenyata ada juga anak yang sekedar menyukai musik2 ber genre Hc/Punk tanpa peduli pada soalan movement atau Kapitalisme. Kalo menurut mereka, Hc/Punk ya udah hanya soal musik.

Makanya, kemaren gue didebat sama anak yang suka Hc/punk secara musik saja.

Katanya : “ band2 Hc/Punk yang sok DIY itu aneh..maen ditempat yang bagus dgn alat yang bagus kok ga mau....Mereka mau maen ditempat yang kecil, dgn alat seadanya dan penonton yang hanya terdiri dari teman-temannya saja?..kalo ky gini, gimana ide2nya bisa didenger orang lain?? Padahal, sponsor itu kan nggak mengintervensi musik kita... Kalo buat saya sih sebagai pemusik, tempat bagus, alat bagus, penonton banyak, terserah dengan sponsor selama nggak mencampuri musik saya..itu adalah surga..”

Rasanya jawaban pernyataan diatas, sudah terlalu banyak ditulis di zine lain, jadi gue nggak perlu menjawabnya panjang lebar lagi disini.., waktu itu pun gue cuman menanggapi pernyataan temen gue denganhey man, mereka bukan pemusik dan bukan juga penghibur panggung..” gue menjawab sambil mengunyah pisang goreng hehehe


Whateverlah, yang jelas pisang gorengnya enak juga.








  1. Selain bkin zine, lo ngeband juga ga? Atau (mungkin) ada zine lain yg lo bikin selain JB?

Jawab : gue ngeband justru ketika gue belum bikin zine dan kenal hc/punk. Nama band gue adalah ‘Idiot’, sangat Nirvana-minded walau kemudian nyoba2 juga band seattlesound lainnya kaya Mudhoney, LoveBattery, Screamingtrees, Soundgarden, Sonicyouth, dll tapi gue udah sempet menciptakan beberapa lagu, dan ternyata lagu gue nggak mirip Nirvana sama sekali heheh sayangnya belum direkam hehe pas gue udah bikin zine n pengen nge-band lagi, temen-temen ‘Idiot’ ini sudah mencar2 ke luar kota..so, gue mulai berencana merekamnya secara solo, tp ini juga masih sekedar rencana karena sekarang gue terbentur waktu dan minimnya pengetahuan gue akan software pengolah musik. ..anybody can help me? Heheh

Zine lain yang pernah gue buat adalah sebuah zine personal ‘I, Subject’ yang entah kenapa nggak jadi gue publish dan edarkan. Hanya beberapa kawan saja yang mendapat zine ini.

Sekarang gue sedang mengerjakan zine lain yang isinya beda banget sama JB, tunggu yah sayang heheh...dan oyah, gue juga baru aja membuat sebuah blog buat kalian yang kebeneran mempunyai akses Internet, isubject.blogspot.com, disitu kalian bisa mendownload gratis banyak PDF zine lokal dan MP3 band lokal. Visit aja


  1. Oh ya, ceritain dong gimana awal mulanya lo bisa involved in this scene? Penasaran niih :P

Jawab : Involve di scene adalah imbas dari membuat zine. Awal2 membuat zine gue memang tidak terlibat secara langsung di scene ini, namun membuat zine membuat gue harus melakukan interview pada pelaku scene, mengumpulkan materi dan ngajak trade-an untuk bahan review. Gue mulai gampang mendapat informasi acara, informasi rilisan2 band dan zine terbaru, mulai sering ikut bersama mereka mengunjungi sebuah gigs, dari situ otomatis komunikasi mulai terjalin dengan scenester yang lain, nongkrong bareng, sharing...dan lama-kelamaan tanpa gue sadar gue sudah terlibat dan menjadi bagian scene ini.

  1. Berikan sedikit penjelasan mengenai perspektip lo dengan filosofi DIY! Coz banyak tuh sekarang (mungkin) ben2 yang dulunya ngaku sebagai ben DIY tapi sekarang udah ga DIY lagi.

Jawab : DIY kalo diliat dari arti secara harfiah sih, Do It Yourself ( melakukan sendiri ) itu seperti jika kamu ngelakuin sendiri apa yang kamu mampu tanpa harus tergantung pada pihak lain. Kalo menurut arti harfiahnya ini, membuat sendal jepit sendiri dari bahan seng juga berarti DIY, membuat shampo sendiri dari daun dan garam juga DIY, lebih jauh lagi, band pop-melayu dengan lirik cinta yang membuat, memproduksi dan mendistribusikan lagunya sendiri juga adalah band DIY ( walaupun band ini tujuannya adalah menjadi kaya raya ) Sampe sini berarti DIY hanyalah soal gimana kreatifnya kamu melakukan sesuatu tanpa intervensi pihak lain. Sesimpel itu.

Namun kalo yang kamu maksud adalah DIY dalam hubungannya dengan scene Hxc/Punk, gue ngelihat ada sebuah spirit lain yang menggerakkan etos ini yang tidak menjadikannya hanya sebuah ‘kerja kreatif nan mandiri’seperti diatas..spirit itu adalah soalan mengkounter dan meminimalisasi sebuah sistem yang menjadi musuh bersama...its, capitalism. Tentu saja ini spirit yang tidak dimiliki band pop-melayu berlirik cinta yang mengedarkan albumnya sendiri tadi.

Kita tahu, ketika kita tidak cukup mempunyai kekuatan untuk merubuhkan sesuatu yang kita benci, kita bisa mengkounternya dengan menjadi beda dari sesuatu itu. Dan dalam kultur Hxc punk, DIY adalah sebuah jalan. Dimana kita bisa menyatakan sikap politis sambil bersenang-senang. Yah, DIY dalam Hxc/Punk gue ngelihatnya lebih ke sebuah ‘pernyataan politis’.

Hanya sebuah sentilan tajam beberapa waktu lalu mampir kearah gue dari seorang kawan yang serius mau menumbangkan sytem ini. Dia melontarkan sebuah kalimat singkat namun telak : “ apakah kamu sudah merasa cukup puas dengan DIY? Jika begitu kamu sudah selesai. Dan kapitalisme teryata tidak terganggu dan tidak pernah perduli dengan DIY-mu..Namun, jika kamu bener2 ingin merubah system ini, kamu butuh sesuatu yang lebih dari hanya sekedar DIY..”

Sebuah kalimat yang sampe sekarang masih terngiang-ngiang di telinga hehe sepertinya dia mau menyindir scene hxc/punk yang dilihatnya nggak serius dan lebih banyak bersenang-senangnya, atau itu mungkin juga sebenarnya sebuah ajakan halus tidak langsung agar gue mau bergabung dengan kolektifnya hehehehe


Sementara soal band yang dulunya DIY sekarang tidak DIY lagi sih itu semata2 disebabkan band itu udah bosen dengan suasana Yogyakarta mungkin (??), hahaha biarlah yang seperti itu menjadi urusan masing-masing dimana kita bisa mengambil hikmah, memperluas wacana, dan memperkaya khasanah kebijaksanaan jiwa ini (????).


Whatever.. lebih baik gue makan pisang goreng lagi.



  1. Kalo etos DIY sendiri, apakah mempengaruhi kehidupanmu sehari2?

Nah, setelah gue jelasin perspektif subjektif DIY gue di atas, untuk pertanyaan ini gue pengen nanya lagi, DIY dalam konteks apa? Soalnya tadi aja gue habis bikin celengan sendiri pake kaleng bekas Pocari Sweat heheh itu kan DIY juga hehe

  1. Apakah lo percaya dgn sesuatu yg mengontrol hidupmu? Religi (agama) misalnya. Lebih percaya mana, kebenaran atau ide sebuah religi yg tertulis di kitab2 si setiap agama yg katanya adalah firman Tuhan? Apa lo percaya dengan agama khususnya dengan Tuhan?

Jawab: kalo ngomongin agama ini ngomongin sesuatu yang berhubungan sama yang namanya keyakinan. Dan buat yang sudah meyakini sesuatu, semua perintah yang tertulis di kitab suci tentunya bukanlah sebuah kontrol yang mengekang., malahan masing-masing berupaya sekuat tenaga untuk menjalankan kewajiban-kewajiban itu....

Dalam film ‘Le Grand Voyage’ diceritain gimana seorang ayah tua berusaha menunaikan ibadah haji dari Perancis sampai Mekah melalui jalan darat menggunakan mobil rombeng, namun dia terlihat bersemangat dan bahagia sekali mampu menunaikannya, tidak merasa sedang dikontrol. Sementara puteranya yang mengantar dalam perjalanan itu, tidak habis pikir pada apa yang dilakukan bapaknya. Begitulah..

....sayangnya, banyak orang yang memeluk agama bukan dari pengalaman, riset, pencarian, atau permenungan. Bukan sebuah pencapaian spiritual nan mencerahkan. Tapi, hanya karena dogma, doktrin dan percaya buta. Kata Gendut, taklid hehe atau lebih parah lagi, karena keturunan.

Gue pernah baca kata-kata orang bijak : kalau kamu ingin kedamaian, maka percayalah..tapi kalo kamu ingin kebenaran, maka carilah.

Itulah kenapa nenek gue yang tinggal disebuah lereng gunung dan percaya pada roh-roh leluhur, hidupnya sangat tenang, bersahaja dan damai padahal dia adalah Atheis.

Juga sodara gue disebuah desa yang memeluk Islam dengan taat, pasrah, nrimo, tak pernah mempertanyakan apapun..hidupnya juga tenang. Mereka damai karena percaya, tapi, apakah mereka udah bener-bener nemuin kebenaran??


Karena menurut gue, puncak dari segalanya adalah keyakinan yang didapat dari sekian lama pencarian. Kalo setelah sekian lama mencari dan yang didapat adalah ketidak percayaan pada agama namun menghasilkan sebuah kelapangan, kebahagiaan atau kedamaian, itupun sebenarnya sama saja sebuah pencapaian spiritual. Enlighting. Pencerahan. Titik terang.


Dan dengan otak gue yang kecil, lemot, blahbloh serta masih minimnya pengetahuan rasanya terlalu berat buat gue untuk berbicara tentang kebenaran hakiki.. hanya opini gue, kalau kita yakin akan sesuatu sebaiknya lakukan saja.

Kalau ingin spread the truth apa yang menurut kamu truth, sebaiknya dilakukan dengan santun dan tak perlu melecehkan/menyerang keyakinan orang lain. Sulit memang, karena kadang ego manusia bagaikan kuda liar. Dan sebelnya, kadang orang yang sudah merasa dirinya ter-cerah-kan itu akan memandang orang lainnya, adalah manusia2 kegelapan yang harus diselamatkan. What the fuck?! Dont liberate me, i’ll take care of myself..


Gue sebel sama fanatik relijius yang radikal, namun sebel juga sama anti-reliji yang menghina sebuah keyakinan. Apalagi di scene ini misalnya, dimana menghujat agama mungkin dianggap sesuatu yang cool, menjadikan seseorang semakin nge-punk hehe


Dan tentang Tuhan, di zaman modern seperti sekarang ini, gue malah ragu kalau masih ada yang mengaku tidak ber-Tuhan...bukankah segala hal bisa menjadi Tuhan sekarang?


Sementara tentang agama biarlah itu menjadi catatan pribadi gue. Saat ini gue nggak ingin bercerita tentang ini, tapi lain waktu kalo sikonnya tepat, mungkin akan gue ceritakan Hehehe serius banget yah gue. Thats it.

Apa yg lo lakukan ketika menghadapi orang yang closeminded n sangat sulit diajak komunikasi, apalagi diajak diskusi. Coz gue paling emosi tuh kalo ketemu orang kayak gitu :-P

Jawab : rasanya sama saja. Gue sebagai manusia yang juga punya batas kesabaran, mungkin akan dongkol dan marah juga.

Share lagi, Bokap tiri gue adalah seorang yang sangat konservatife, kolot dan closemind, semua usaha gue untuk melakukan diskusi dan komunikasi dua arah tidak pernah ditanggapinya, malah gue di cap sebagai , “ berandalan yang berani melawan orang tua..” maka hasilnya adalah : pintu rumah gue beberapa kali gue tendang ampe jebol, beberapa kali kursi gue banting , dan satu kaca lemari pecah gue lempar pake piring. Hehehe bertahun-tahun tinggal di rumah, yang ada hanyalah perang dingin dengan bokap yang sewaktu-waktu siap meledak.

Sampe suatu kali dia mengalami sebuah kecelakaan. Motornya jatuh, bagian wajahnya terluka, dan ada satu jarinya yang harus diamputasi. Dalam keadaan tidak sadar dan shock, dia mengigau..dan tau gak apa yang di igau-kannya dalam shocknya??...dia meminta maaf pada gue dan selalu memanggil2 nama gue!

Gue tentu aja bengong...Sejak saat itu gue mencoba berfikir dari sudut pandang dia yang tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi ( sekolahnya hanya sampai SD ), lahir dan besar di lingkungan yang juga kolot, tidak pernah membaca, dan kurang wawasan. Maka, gue menemukan...bahwa mengatur-atur, membuat larangan ini-itu, adalah satu-satunya cara yang dia mengerti buat menyatakan sayang ke gue. Satu-satunya cara yang dia mengerti untuk mendidik anak. Satu-satunya cara yang membuat dia merasa menjadi seorang ayah yang baik! Segala macam argumen yang gue dapat dr membaca buku, nggak bakalan dia mengerti, karena dia tidak pernah kenal ide itu dan hanya mengerti : orang tua tak bisa di bantah!

Lalu, berdasarkan renungan itu, gue memutuskan sedikit mengalah, menurunkan ego dan melakukan beberapa kompromi yang akan membuatnya senang, kompromi ini tentunya yang tidak berseberangan dengan prinsip-mati gue. dan owww..diluar dugaan..ternyata dia juga sedikit-sedikit melakukan beberapa kompromi buat gue! Tanpa dialog, dan hanya memerlukan sedikit proses, kami tiba-tiba saling memahami, dan hubungan kami sekarang baik-baik saja.....


Tentu saja yang gue ceritain adalah cerita personal yang mungkin tidak relevan dengan kasus yang kamu alami. Namun apa yang gue ingin share adalah: setelah segala upaya komunikasi gagal, coba sejenak untuk berfikir dari sudut pandang si closemind dan coba melakukan beberapa kompromi yang tidak berseberangan dengan prinsip-mati mu. ( Saran ini adalah jika kamu ingin memperbaiki hubungan dan sudah lelah dengan konfrontasi. Namun, jika kamu tak ada masalah dengan konfrontasi tentu saja saran gue tidak berlaku. ) dan jika setelah melakukan semua tips diatas si closeminds tetep rese, yaudah..selanjutnya terserah kamu..mau di mutilasi apa dikasih racun tergantung mana yang lebih menyenangkan menurutmu hehehehe


  1. Pilih mana: cewe rumahan, cewe kutu buku pake kaca mata tebal, HC/Punk girl, sewe melankolis, AV idol, cewe manja, atau cewe RemPon (Remaja Pondok) :D

Jawab : Cewe rumahan : aduuh..gimana ya kalo gue ngajak naik gunung atau ngajak ngelakuin sesuatu yang adventurous?, Cewe kutu buku : 4 orang cewe kutu buku yang gue kenal semuanya terlalu serius, gampang tersinggung dan susah ketawa, hanya satu orang yang asik banget hehe, Hc/punk girl : yaah, yang ini lumayan deh hehe cuman gue kadang suka males kalo keseringan nonton gigs dan kalo dia mulai bersemangat ngobrolin band2 pujaannya, nonton gigs melulu kapan hikingnya? hehe Cewe melankolis : cape, bentar-bentar nangis dan nyanyi lagu Nike ardilla hehe. AV Idol : haahahah, yang ini cuma bikin ngiler doang. Cewe manja : ga bakalan kuat ngadepin gue yang cuek banget. Cewe Rempon : asal Rempon nya yang smart dan moderat sih gpp.


Jadi, ..pilih yang mana yaaa? Nggak tahu, cewe sempurna itu mungkin hanya ada dalam khayalan gue saja.

Pilih yang mau ama gue aja deh hehe


  1. sebutin dong zine2 yg menurut lo kick ass yg pernah lo baca. Entah itu bahasan, layout, atau mungkin juga bahasa yg digunakannya. Oh ya, masih inget ga zine apa yg dulu pertama kali lo baca?

Jawab : banyak banget....semua yang dibikin ama Ika, Membakar Batas, 13, Choking Hazard, Rebelliousickness ( kecuali edisi yang terakhir, gue nggak suka ), Samsara, Beyond The Barbed Wire, Kontol Kobong dll.. kemaren gue juga habis maen dari tempat Ika dan melihat beberapa zine yang keren abis dilihat dr konsep dan filosofinya. Zine itu adalah, ‘Three Records’; ‘Refuse’ dan satunya lagi ‘Cramphound”..buset deh, keren-keren banget!

Tapi kalo ditanya zine lokal mana yang paling Kickass, yang nyantol di otak gue cuman ‘Thrasher’.

Editornya pemarah, penggerutu, tukang protes, cerdas, jenius tapi juga pecundang. Tulisan2nya sumpah adalah ide2 yang nggak sempat terpikirkan oleh gue sebelumnya. Membuat gue terus-terusan berceloteh, “ anjing, nih orang!“ Tentu saja banyak dari tulisannya yang gue nggak setuju. Tp tetep aja ‘kickass’ hehe


Kalo yang pertama gue baca, guess what? ‘Wasted Rockers’ edisi ke#2 ketika formatnya masih berbentuk zine fotokopian hahaha gue cari-cari lagi tapi ga ketemu,..damn! kalo ketemu sih pengen gue hadiahkan buat Dede hahahaha




  1. Saat lo bersedih, apa yg lo lakuin? Apa berlari ke hutan kemudian teriakku, atau mecahin gelas2 biar ramai n gaduh sampai mengaduh? Hehehe..

Jawab : gue jarang bersedih sebenernya. Entahlah, ketika sebuah peristiwa yang bener-bener menyedihkan terjadi, biasanya gue hanya akan terlarut sebentar untuk kemudian rasio gue berbicara dan mengubah kesedihan itu menjadi sesuatu yang biasa-biasa aja...contoh : menyaksikan teman terbaikmu meninggal di depan mata itu bener-bener menyedihkan,..gue emang sedih tapi nggak lama, karena mulai berfikir positif bahwa toh semua orang nantinya akan meninggal juga...dan saat itu gue pun nangis, tp bukan karena sedih melainkan sebuah ekspresi bahwa gue amat menyayanginya dan pasti akan begitu merindukannya.

Gue memang seneng pergi ke hutan dan berteriak disana , tapi bukan karena sedih..tapi ya karena emang gue seneng hutan dan ketika disana, ledakan rasa senang itu mebuat gue berteriak. Hehehe.sementara memecahkan gelas itu gue lakuin kalo gue gagal mengontrol amarah, tapi itu juga cuma sebentar kok marahnya, biasanya gue langsung menyesal dan buru-buru menge-lem atau menyambung gelas pecah itu pake nasi hehehehe


Gue jarang bersedih, yang sering gue rasakan sekarang ini adalah rasa resah, kosong dan galau......galau, men galau!. Haha Emo pisan lah. Dan itu membuat gue terlihat sering melamun.......butuh titik terang kali hehe.



Apa hal paling bodoh n memalukan yg pernah lo lakuin? Mungkin pernah berak di celana waktu TK/SD?

Jawab : oiyah, gue inget ini kejadiannya waktu kelas 3 SD. Saat itu kelas riuh rendah karena guru yang mau mengajar tidak kunjung datang. Saat itulah gue tiba-tiba kebelet pipis. Tapi gue takut mau pergi ke WC yang letaknya jauh dibelakang. Takutnya, pas gue pipis ibu gurunya masuk kelas. Tau sendiri kan anak SD zaman dulu takut ngapa2in kalo disekolah hehe tapi gue udah kebelet banget, maka dengan panik gue mengambil jalan pintas yaitu gue nekad pipis di kebon pisang samping kelas! Gue pun pipis dengan terburu-buru disitu....cuuuuuurrr...

Dan mimpi buruk gue rupanya menjadi kenyataan, ditengah pipis gue yang nggak tenang itu, ibu guru datang dan dia melihat gue sedang berdiri menghadap pohon pisang.

Segeralah terdengar hardikannya menggelegar dari belakang..

erwin! Ngapain kamu disitu?! Cepat masuk kelas?!!”

Gue ngerasa tubuh ini tiba-tiba sangat ringan dan tanah yang gue pijak serasa berputar saking takutnya, ..untung nya gue udah selesai pipis.

Dan mungkin karena dilanda perasaan takut dan panik gue merasa blank dan langsung saja menuruti perintahnya masuk kelas tanpa sempat memasukkan titit ke dalam celana!!

Wakakakakak...yang gue inget, raut wajah kesal ibu guru berubah menjadi campuran antara kaget, marah, malu tapi juga nahan ketawa begitu dia ngeliat ke arah bawah celana gue...namun dia tak mampu berkata apa-apa. Matanya membelalak dan mulutnya membentuk huruf O.

Ketika gue masuk kelas, suasana yang tadinya ribut khas anak SD, berubah sekejap menjadi senyap...hening...semua mata memandang ke arah titit gue dengan ekspresi sama seperti ibu guru...mata membelalak dan mulut membentuk huruf O. Gue ngerasa pada saat itu jarum jam tak berdetak, waktu berhenti sejenak.

Dua detik kemudian baru pecahlah ketawa seisi kelas, dan tawa itu bagaikan siraman air yang menyadarkan gue akan apa yang sedang terjadi.


Itu pengalaman paling bodoh yang pernah gue alami di SD. Apalagi yang lebih bodoh dari anak yang memamerkan tititnya di depan kelas?



  1. Beberapa waktu lalu, gue pernah chat sama salah satu temen gue, saat kami mendiskusikan sesuatu gue nyelenting dikit bicara mengenai bokep. Tanpa gue duga she tiba2 “meledak” dan kemudian “nyembur” gue. Kata she, bokep tuh ajang pamer tubuh, dan sebagai seorang cewe gue ga seharusnya liat begituan coz sama aja mempertontonkan tubuh diri sendiri n mempermalukan diri senderi. Dan katanya lagi bokep = eksploitasi wanita! Padahal menurut gue, kayaknya artis bokepnya dengan suka rela deh, jadi bukan eksploitasi kan? Menurut lo sendiri, gimana tuh?

Jawab : Miyabi keliatannya emang suka rela jadi bintang bokep, tapi apa benar begitu? Apa dia memang mempunyai semacam kepuasan psikologis ketika memamerkan adegan percintaannya? Hehe gue kurang tahu juga karena kultur di Jepang memang beda dengan kultur disini dimana Sex adalah sesuatu yang tabu sementara di Jepang, sex=fun, sampe-sampe disana ada festival penis, dimana warga beramai-ramai berkostum mirip penis dan pernah baca juga kalo disana banyak dijumpai pasangan yang sengaja bercinta di pinggir jalan! Haha malah ngobrolin Jepang..

Oke, kembali ke soalan bokep dan pornografi.

Kenapa sampe ada orang yang suka rela memamerkan tubuh telanjang atau adegan percintaannya? Kemungkinannya macem-macem. Pertama, seperti gue bilang diatas, mungkin karena kepuasan psikologis ketika tubuh telanjangnya dilihat orang lain ( orgasm only real when shared ) Kedua : kultur sebuah bangsa. ( coba nonton film ‘Borat’ ) Ataukah kemungkinan yang ketiga: materi dan uang!


Jika alasannya yang terakhir, berarti apa yang dilakukan bintang perbokepan hanyalah sebuah profesi dimana mereka digerakkan oleh uang dan materi. Apa yang dilakukan mereka adalah sebuah pekerjaan. Pura-pura doang. karena yang namanya kerja, pasti sesuatu yang dilakukan karena keterpaksaan.


So, semuanya bersumber lagi pada soal uang dan materi. Atau lebih jauh lagi ini adalah salah satu buah dari sistem Kapitalisme.

Waktu tinggal di kemayoran gue hampir tiap hari ngeliat dengan mata kepala sendiri aksi pelacur ABG yang terlihat bahagia bersenda gurau dengan calon pemakainya, apa mereka suka rela? Gue bertanya pada salah seorang kenalan gue yang ternyata berprofesi sama dengan mereka, jawabnya : “ yaa..enggaklaah..itu bohongan...gue ngincer Black berry-nya..”

Kalo udah kaya gini kan jadi bias, . Sang perempuan mengeksploitasi lelaki untuk mendapatkan Blackberry, sementara lelaki menggunakan Blackberry untuk mengeksploitasi tubuh perempuan. Dan untuk mendapatkan Blackberry sang lelaki harus bekerja ngejual waktu dan hidupnya bahkan kalo perlu mengeksploitasi orang lain....Dan kalo ngomong soal eksploitasi-eksploitasian..itu jelas ciri khas dari sistem kapitalisme dan paham materialisme. Mereka terlihat bahagia dan sukarela namun sebenarnya kosong dan terjebak..mungkin saja, bintang bokep setelah usai syuting film bokepnya, menangis tertelungkup diatas ranjang....who knows??


Buat gue, Sex itu seharusnya rekreasional dan menyenangkan, juga gratis, kalo nggak bisa...ya DIY hahahaha


Jadi ngejawab pertanyaan kamu diatas jawabnya adalah : bisa jadi si bintang bokep emang seneng ditonton pas lagi ngentot, maniac sex, sebagai upaya bersenang-senang, atau mungkin juga mereka hanya sedang melakukan sebuah profesi dimana tujuannya adalah uang. Gue lebih cenderung percaya kemungkinan yang terakhir.


Sampe sini, mungkin akan ada pernyataan lagi : “kalo gitu, prostitusi adalah profesi yang diciptain ama lelaki karena mereka mau membayar berapa saja untuk melampiaskan nafsunya..” i don’t know, mungkin iya. Walau gitu anehnya, perempuannya kok mau..? salah sendiri dong ? lalu bagaimana dengan fenomena gigolo sekarang ? Dimana tante2 kaya siap memberikan Jaguarnya untuk pemuda atletis yang mampu memberinya orgasme 12 kali? Bukankah lelaki dan perempuan mempunyai hasrat akan seks yang sama?


jadi, gue nyimpulin prostitusi dan industri seks zaman modern ( termasuk per-bokepan) adalah industri yang diciptakan Kapitalisme. Karena gue pribadi –sebagai cowok- sebenernya kaga masalah jika didunia ini tidak ada industri seks, perbokepan bahkan AV Idol sekalipun....yang jadi masalah adalah jika semua produk sabun dan shampoo di hilangkan juga (????).[ kan masih ada pabrik lotion nggo :P - Ed]

  1. seberapa penting sih peran internet menurut lo? Pilih mana: MS, FS, atau FB?

Jawab : sama seperti media besar...teknologi atau dalam hal ini, Internet adalah hal yang tak terhindarkan buat manusia zaman sekarang. Siapa yang tidak mengikutinya, akan tergilas.


Di JB#14 kemaren pun ada sedikit ulasan tentang teknologi dan internet. Apa yang ingin gue share di JB itu adalah, bahwa jangan sampai kita tergantung pada Internet! jangan sampai situs pertemanan membuat kamu mengabaikan teman disamping kamu. Jangan sampai kamu melupakan tanah, udara, angin, jalanan, dan jangan sampai nanti di wajahmu harus ada tombol dimana kamu bisa menyetel emosimu, marah mode:ON, tersenyum mode:OFF, bete mode:ON. Whatever. Yang jelas, kita harus mengontrol Internet dan jangan sampai kamu dibuat resah kalo 3 jam saja kamu nggak mengganti status mu di Facebook. Resah kalo temen kamu di Myspace hanya ada 10 orang. Dll. Jangan sampai kamu menukar dunia luas tak berbatas disekitar kamu dengan dunia yang hanya selebar 1meter x 1meter , udah gitu., bayar pula.. hehe.

Peran internet buat gue hanya sebagai iseng-iseng dan ‘jembatan’ saja. Jembatan agar kamu dapat berkenalan dengan orang yang mempunyai ide sama yang suatu saat bisa kamu temui wujud nyatanya untuk bersentuhan.

Internet bisa juga dijadikan media publikasi ide. Blog misalnya, itu adalah upaya gue memanfaatkan Internet untuk sharing.

Selain itu, Internet juga cocok buat kamu yang memang profesinya jaga warnet ( hehe..iya iya habis mau gimana lagi yah? ) atau kaya gue yang sering 16 jam di depan komputer untuk bekerja dengan akses Internet gratis hahaha..

Btw, sumpah jika bisa memilih...gue lebih milih melakukan perjalanan nggak jelas, ketempat2 yang nggak jelas, bertemu dengan orang2 yang nggak jelas dan pengalaman yang nggak jelas ...daripada bercengkerama dengan orang yang kita kagumi di chatbox atau dunia Facebook!! Toh nyatanya gue nggak bisa memilih...setidaknya saat ini, karena gue yakin akan tiba waktunya buat gue menyiapkan ransel lagi untuk kembali menghirup embun dan menyusuri tanah tak berujung menuju tempat dimana matahari tenggelam dan meninggal disana hehehe.


Kemarin gue baru saja membuat akun Facebook dan sumpah di banding FS dan MS, FB ini adalah situs jejaring yang paling ‘mengerikan’...suasananya hidup banget disitu...kaya pasar..dan memang bener2 udah jadi kaya dunia sendiri, membuat siapapun ketagihan dan lupa daratan..untungnya gue bisa menahan diri..dari ketiganya tak ada yang gue pilih. Jika kamu ngecek FS/MS/FB gue, semuanya terlantar ga keurus..hehe cukup sekedar tahu, mencari teman2 lama dan iseng saja. Actually, Gue lebih tertarik dengan Blogging.


Intinya mah, gunakan aja teknologi tapi jangan sampe kamu dikontrol ama teknologi.

  1. Apa proyek ke depan buat zine lo? Oh ya, kan dulu kita pernah janjian di bawah pohon ceplukkan [ciee..ciee.. janjian gitu loohh :P ], untuk bikin zine sama mas Gendhut juga. Tapi kok suwi (lama) yaa? Nih gue aja nunggunya sampai dapet 2 edisi tapi belum terealisasi juga. Hehehe!

Jawab : bersiaplah, ini mungkin akan cukup mengagetkan. Gue merasa sudah tidak bersemangat dan habis dengan JalurBebas! Entahlah mungkin hanya soal mood, tp kok badmoodnya lama banget yah heheh

Tp ini kabar gembiranya : gue sama sekali belum berfikir untuk berhenti membuat zine.

Nah, loh..maksudnya gini,..untuk sekarang sih, gue belum pengen meneruskan JB, ( ga tau juga deh kalo besok moodnya dateng lagi hehe ) tapi gue pengen membuat sebuah zine baru yang konsep dan isinya beda sama JB. gue pengen meng-eksplor sesuatu yang lain... Sesuatu yang fresh dan baru, jadi, lihat saja nanti hehehehe


Kemaren Ika bercerita ke gue kenapa dia tidak meneruskan Setaramata ditengah2 pujian anak-anak? Dia bilang : “ karena pada saat itu, saya mulai merasa “ wah! Saya harus meneruskan zine ini nih!” “


Got the point? Membuat zine adalah sesuatu yang fun dan digerakkan 100% oleh kemauan diri sendiri. ( terutama jika zinenya personal kaya punya gue ) Ketika sebuah perasaan “ wah, saya harus meneruskan zine ini nih..” melanda, maka akan terasa sebuah tuntutan dan ‘deadline tersembunyi’ yang sedikit menghisap rasa fun dan berakibat edisi yang terlahir kurang jujur karena pembuatannya hanya didorong perasaan ‘harus lanjut’ tadi.


Sepertinya gue mengalami perasaan seperti itu sekarang. Tapi, gue belum memutuskan untuk ‘menguburkan’ JB dan masih menunggu sampai perasaan seperti itu melenyap sehingga gue akan kembali menerbitkan edisi JB yang tetep jujur, kritis dan polos hehe


Untuk saat ini yang edang meletup2 adalah dorongan membuat sesuatu yang baru.. making something new!


Terus, soal janji bikin 3 way split sama mas gendhut itu....hahahaha..tidak ada pembicaraan lebih lanjut, dan rada sungkan juga mau nanyain ke Gendhut secara lo tau sendiri kan dia lagi sibuk kayanya...tapi, gue sih ayo aja hehehe

  1. Pertanyaan terakhir nih, mengapa lo mau gue interview? Dan kasih komentar dong tentang zine gue!

Jawab : di interview itu mengasyikkan lagi hehe ini kan komunikasi juga, membuat orang-orang lebih mengenal gue, jadi jika pada saatnya nanti ketemu udah ngerasa akrab aja. Makanya gue suka bingung kalo baca interview yang jawabannya singkat banget.

Tanya : Band kamu influencenya sapa?

Jawab: lihat aja di Myspace.

Tanya : kamu punya lagu yang liriknya tentang perang..pendapat kamu tentang perang?

Jawab : perang itu jahat.

??? hahaha singkat banget! Tapi ya no problemo, mengingat tidak semua orang mempunyai kemampuan menulis. Gpp..ini hanya membuat gue kurang mengenal si penjawab.

Di interview itu menyenangkan karena ternyata ada yang pengen tahu lebih dalam tentang pendapat gue, makanya gue bersemangat menjawabnya..yah, karena gue pengen orang-orang paham, mengerti dan kenal gue. Itu aja.


Kalo sebuah negara, zine kamu itu adalah negara berkembang. Hehe Semuanya masih dalam proses pembangunan. Dan gue pikir pembangunannya terbilang cepet untuk sebuah negara yang baru memproklamasikan diri, mungkin karena kamu cepet belajar, smart dan adanya suntikan support dari negara tetangga kali ya?. Itu tuuuuh,... negara ‘Bootstraps’ hehehe

  1. Ok deh, thanks ya atas obrolannya.. salam buat temen2 di sekitarmu yeah.. Bye2 Ringooooooooo...

Jawab : sama-sama Ajeng salam juga buat temen-temen disana. Nice Question dan semoga zine kamu bisa nyampe edisi #3.956. keep spirit! Hehe

Btw, untuk semuanya bisa kontak gue di : titikterang56@yahoo.com – 085624099675- atau isubject.blogspot.com. ........touch me!

No comments:

Post a Comment